1000 Startup Digital merupakan
sebuah gerakan bentukan Kementrian Komunikasi dan Informatika Negara Republik
Indonesia yang bekerja sama dengan Kibar untuk mencetak 1000 startup teknologi
digital hingga tahun 2020. Kegiatan ini terdiri 5 tahapan program yaitu
Ignition, Workshop, Hackathon, BoothCamp, dan Incubation agar siap masuk ke
ekosistem digital.
Pada Kesempatan lalu tepatnya
tanggal 3 September 2016, di Gedung Pascasarjana ITS, Gerakan 1000 Startup
Digital mengadakan Ignition ke 2 untuk Kota Surabaya. Di dalam Ignition ini
terdiri dari berbagai sesi diskusi panel yg bertujuan untuk membentuk pola pikir
untuk menyelesaikan masalah melalui teknologi digital.
Di Sesi Pertama, yaitu sesi
Perjalanan Startuper yang menceritakan perjalanan para panelis dalam membangun
startup. Panelis pada sesi pertama ini diisi oleh CEO dari Picmix dan CEO
eFishery. CEO Picmix menjelaskan bahwa picmix bisa besar saat ini karena mereka
membuat ketika lomba fotografi sedang banyak dan lagi naik daun. Selain itu
mereka mengawali market melalui apps di blackberry yang lagi hits di masa itu. Hal
itu dilakukan agar pengguna blackberry yang saat itu sedang banyak sudah
mengenal picmix dan akan tetap menggunakan picmix ketika peralihan ke android
apps. Sedangankan dari CEO e-fishery memulai startup dengan melihat banyak
petani ikan yang asal memberi makan ikan. Di sesi ini dapat diambil kesimpulan
bahwa untuk membangun startup kita harus bisa peka terhadap lingkungan yang
sedang terjadi dan masalah apa yang ada disekitar.
Di Sesi kedua, Dibahas tentang “Don’t
Start a business, solve the problem” yang memaparkan bahwa tujuan awal membuat
startup adalah Solve the problem. Rama dari Go-jek menjelaskan jika ingin solve
the problem tidak harus mempunyai apps dulu, dan solve sebisa kita dulu. Karena dipaparkan
bahwa Go-jek dulunya hanya menerima call via CS sebelum appsnya selesai. Begitu
pula dari Kitabisa memaparkan bahwa pembuatan startup gak perlu baru tetapi
tetap sesuaikan dengan keadaan sekitar. Disini bisa ditarik kesimpulan bahwa
untuk membuat startup kita harus bisa menyelesaikan masalah yang ada. Tidak perlu
ide baru, tetapi cukup disesuaikan dengan market dan memberi inovasi lebih pada
startup kita nanti.
Di sesi selanjutnya ada pemaparan
tantang formula agar Ide baru terus muncul yang dibawakan oleh inisiator Fowab.
Dia memaparkan bahwa yang terpenting itu bukan best Idea atau best people, tapi
sudut pandang yang berbeda agar pengetahuan lebih luas.
Di sesi ke tiga, membahas tentang gaya berfikir founder startup. Kalimat
yang paling menancap pada sesi ini yaitu kalimat dari CEO Urbanhire yaitu “Di
kegelapan kamu akan melihat bintang”. Jadi untuk membuat startup perlu berfikir
berbeda. Dari masalah yang ada disekitar akan ditemukan solusi jika kita
berfikir kreatif dan inovatif. Dan jika kita tidak menemukan masalah disekitar
kita, kita harus bisa menjadi pendengar yang baik. Maka dari situ akan muncul
masalah yang bisa diselesaikan.
Di sesi terakhir yaitu membahas
pentingnya kolaborasi. Dalam pembuatan startup, kita tidak bisa berdiri
sendiri. Setiap startup pasti punya keterbatasan yaitu Sumber Daya dan Keuangan. Oleh karena
itu diperlukan kolaborasi agar kekurangan kita bisa ditutupi. Tapi dalam
menjalin kolaborasi, kepercayaan antar pihak juga harus tetap dijaga.
Moch. Ilham Prasetya - I am A Hustler
#1000startupdigital #startup #ignition2sby #siliconvalley #startupdigital



Comments
Post a Comment